Manchester United mengalahkan rival sekota mereka Manchester City 3-2 dalam pertandingan pembuka Liga Inggris bertajuk Community Shield di Stadion Wembley pada Minggu malam yang mempertemukan juara Liga Inggris melawan juara Piala FA dengan disaksikan oleh 88.000 penonton yang hadir langsung.
United turun dengan formasi andalan 4-4-2 dengan De Gea yang tampil perdana menjaga gawang United, Smalling sebagai bek kanan, bek kiri Evra dan duet bek tengah diisi oleh Vidic (captain) dan Rio. Di lini tengah United menurunkan salah satu pemain baru lainnya yaitu Ashley Young di sayap kiri, dan Nani di sayap kanan, sedangkan ditengah Carrick bersama Anderson. Di lini depan, Rooney kali ini berdampingan dengan youngster United yang telah kembali dari masa pinjaman yaitu Danny Welbeck.
United mengawali pertandingan dengan inisiatif menguasai permainan, hal ini terlihat dengan 15 menit pertama permainan terkonsentrasi di wilayah City dengan beberapa serangan yang mempersulit lini belakang City namun tidak tercipta gol. City yang bermain hati-hati dan menunggu lalu melakukan serangan balik cepat berhasil unggul lebih dulu. Lescott melalui sundulannya memanfaatkan tendengan bebas Silva setelah pelanggaran yang dilakukan oleh Evra terhadap James Milner di wilayah kiri United. Vidic dan Rio yang berada didekat Lescott salah posisi dan langkah sehingga tidak dapat mengantisipasi datangnya bola dengan baik, bahkan De Gea yang malam itu tampil gerogi tidak dapat melakukan apapun. Selanjutnya gol kedua City melalui tendangan jarak jauh Dzeko dengan memanfaatkan kelengahan Vidic yang berada terlalu jauh mengawalnya serta De Gea yang terlihat belum siap mengantisipasi datanganya bola membawa City unggul 2-0 lebih dulu pada babak pertama.
Pada babak kedua, Sir Alex melakukan 3 pergantian, pemain baru Phl Jones, Evans dan pemain muda Cleverley masuk menggantikan Vidic, Rio dan Carrick. Pergantian tersebut membuat permainan United menjadi lebih hidup dan berkembang, terbukti 7 menit berjalan Smalling mencetak gol pertama United setelah memanfaatkan umpan Young, yang membelokan arah bola dengan kakinya tepat didepan gawang Hart. Setelah gol tersebut, semangat dan keyakinan para pemain United menjadi besar, berselang 6 menit kemudian tepatnya pada menit ke-58 Nani mencetak gol kedua United sekaligus menyamakan kedudukan.

Gol Nani tersebut diawali dengan proses ciamik melalui operan pendek antara Cleverley, Rooney dan Nani di dekat dan dalam kotak penalti City. Gol tersebut makin menjadikan para pemain United yakin untuk mencetak gol lagi dan memenangkan pertandingan. SAF lalu megganti Evra dengan Rafael pada menit ke-71 untuk mendongkrak serangan dan mengganti Welbeck yang terlihat menurun staminanya dengan Berbatov pada menit 89. City di lain pihak menjadi down dan kehilangan konsentrasinya, bahkan manager mereka Roberto Mancini terlihat menginstruksikan para pemainnya untuk lebih fokus bertahan dan melakukan pergantian pemain dengan memasukan pemain bertahan, berharap pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
Memasuki injury time, City mendapatkan free kick di daerah United yang kurang sama persis dengan saat gol pertama mereka. Silva kembali menjadi penendang, namun kali ini para pemain United lebih sigap sehingga berhasil mementahkan serangan tersebut. Rooney yang ikut turut membantu bertahan membuang bola jauh ketengah lapangan, ia merupakan satu-satunya pemain United yang berada ditengah lapangan berusaha mengejar dan berhasil merebut bola tersebut memanfaatkan kesalahan komunikasi dan tidak siapnya bek City, Vincent Kompany.
Dari tengah lapangan, Nani menggiring bola dengan bebas dan hanya tinggal berhadapan dengan GK berhasil mengecoh Hart untuk menceploskan bola ke gawang yang kosong. Gol tersebut jelas merupakan gol kemenangan bagi United karena tercipta pada menit ke-93. Hasil tersebut merupakan kemenangan spesial guna memulai musim kompetisi baru, terlebih lagi membungkam “bitter noisy neighbor” melalui comeback fantastis untuk kembali membuktikan bahwa ”Class is Permanent, Cash is Temporary” dan “Manchester is Red!
Satu hal yang patut menjadi perhatian adalah, terbukti bahwa kehadiran para pemain muda United teleh menunjukkan bahwa mereka mampu mengemban kepercayaan yang diberikan oleh sang manager dan menunjukkan kelasnya sebagai calon pemain besar United. Cleverley yang diharapkan menjadi penerus Scholes tampil brilliant, bahkan menjadi pengubah pertandingan dengan aksinya di lini tengah United. Tidak hanya itu, Evans dan Jones yang masuk menggantikan duet bek utama United, Vidic dan Rio tampil lebih baik dari kedua pemain senior tersebut. Adapun Young yang sangat dinantikan sebagai penerus Giggs tampil menawan dengan menghasilkan assist bagi gol pertama United. Dan terakhir De Gea, yang pada babak pertama terlihat gerogi mampu belajar dari kesalahannya dan tampil lebih baik di babak kedua. Dari hal itu yakin, masa depan United akan cerah dan berada di pada jalur yang tepat.
Semoga hasil ini mampu memberikan tambahan motivasi dan keyakinan besar bagi pemain, manager, tim dan pastinya fans dalam menghadapi musim baru yang pasti akan lebih berat guna kembali menjadi juara disegala ajang kompetisi terutama trophy ke-20 Liga Inggris!
-Oncy-
-
rizkyred reblogged this from unitedindonesia-frontline
-
whoa-nemanja liked this
-
ardtrn reblogged this from unitedindonesia-frontline
-
diasaid reblogged this from unitedindonesia-frontline
-
blueeyedcat liked this
-
herethereandneverland reblogged this from unitedindonesia-frontline
-
unitedindonesia-frontline posted this